Cara Budidaya Tanaman Porang

by | Jan 13, 2021 | Budidaya | 0 comments

Bagikan:

Dalam beberapa waktu belakangan, tanaman porang menjadi salah satu jenis tumbuhan yang banyak dibudidaya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya industry yang memanfaatkan tanaman porang sebagai bahan bakunya. Selain itu omzet yang dihasilkan dari kegiatan budidaya tanaman porang sangat menggiurkan lho. Menurut beberapa pengakuan masyarakat yang berhasil membudidayakan tanaman ini, dalam satu hektar lahan yang ditanamani tumbuhan porang, mampu menghasilkan kurang lebih 80 ton ketika panen. Dengan harga per kilogram tanaman porang yaitu 10 ribu rupiah, maka dengan satu hektar lahan mampu menghasilkan 800 juta rupiah. Prospek penjualan tanaman porang memang dapat disebut sangat menjanjikan, hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya jenis industry yang membutuhkan tanaman porang sebagai bahan baku pembuatan produk. Tanaman jenis umbi-umbian ini selain digunakan untuk industry pembuatan produk makanan, ternyata juga digunakan dalam industry penerbangan lho. Keguanaan tanaman di industry penerbangan yaitu untuk menjadi salah satu bahan dalam pembuatan lem perekat pesawat. Lalu selain di industry penerbangan, tanaman porong juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan baju. Sederet kegunaan tersebut menjadikan tanaman porang sebagai primadona bisnis pertanian yang menjanjikan omzet besar pada dewasa ini.

CEK JUGA INFO LAINNYA: MENGENAI MANFAAT TANAMAN PORANG UNTUK KESEHATAN

Pada hakikatnya kegiatan budidaya tanaman porang tidak terlalu rumit, hal ini karena tanaman porang mampu tumbuh pada jenis tanah apapun. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa tanaman porang akan tumbuh sangat baik jika di sekitarnya terdapat tanaman penanung, seperti misalnya pohon jati, pohon sengon, maupun pohon mahoni. Dalam membudidayakan tanaman porang juga anda bisa menggunakan bibit berupa umbi, bintil, maupun biji lho. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memulai proses budidaya tanaman porang :

1. Kondisi tanah dan lingkungan

Walaupun tanaman porang mampu hidup pada berabagi jenis tanah apapun, ada kriteria tertentu yang dapat membuat tanaman porang hidup baik dan memberi hasil yang maksimal, yaitu anda perlu menyiapkan kondisi tanah subur, gembur, serta tidak mengandung air yang berlebihan. Usahakan pH tanah berada pada rentang 6-7.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa perlu tanaman penaung dengan kerapatan minimal 40 persen guna menghasilkan tanaman porang yang mampu tumbuh dengan maksimal. Tanaman ini dapat hidup baik dengan ketinggian 100 hingga 600 mdpl.

2. Bibit porang

Bibit tanaman porang yang digunakan dapat berasal dari bintil, biji, maupun umbi. Apabila anda menggunakan bintil, maka gunakanlah bintil yang berawarna cokelat cenderung kehitaman yang sering disebut katak. Katak ditemukan pada pangkal maupun bagian tangkai daun tanaman porang.

Apabila anda menggunakan biji, diperlukan kurang lebih 4 tahun untuk menghasilkan bunga serta menjadi buah dan biji. Anda harus melakukan penyemaian terlebih dahulu sebelum ditanam pada lahan. Jika anda menggunakan umbi, gunakanlah umbi porang yang kecil agar proses tumbuh bibit tersebut tidak memerlukan waktu yang cukup lama.

3. Pengolahan lahan

Setelah memastikan kondisi tanah dan lingkungan yang sesuai, selanjutnya adalah mengolah tanah dengan membasmi tanaman liar atau gulma yang ada di sekitar lahan tersebut. Berikan jarak dengan ukuran 1 m x 1 m, jarak ini berguna untuk pemasangan ajir. Lalu langkah selanjutnya adalah buatlah jalur dengan melalui proses pencangkulan. Lebar jalur tersebut yaitu 0.5 meter. Khusus untuk penggunaan bibit berupa bintil, tanamlah pada jalur tersebut. Lalu jika anda menggunakan umbi, maka tanamlah pada gundukan tanah hasil cangkulan tersebut dengan lubang 20 cm x 20 cm x 20 cm. agar tanah subur dan mampu memberikan nutrisi yang banyak, maka jangan lupa tambahkan pupuk bokashi yang telah dicampurkan pada dengan top soil. Pemberian campuran pupuk dan tanah tersebut sebanyak 500 gram setiap lubang.

4. Proses penanaman

Perlu diketahui bahwa musim yang baik untuk memulai penanaman tanaman porang yaitu musim hujan. Musim hujan mencapai puncak biasanya pada bulan November hingga Desember. Selanjutnya masukkan bibit yang telah disiapkan ke lubang yang telah disiapkan. Ketika menanam, pastikan bahwa bakal tunas menghadap ke arah atas. Lalu timbunlah lubang tersebut dengan tanah disekitarnya, ketebalannya kurang ebih 3 cm.

5. Perawatan tanaman porang

Perawatan diperlukan untuk menghindari hama yang menganggu pertumbuhan porang, selain itu perawatan juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman porang yang belum didapatkan dari dalam tanah. Langkah perawatan yang pertama adalah berkaitan dengan pemupukan. Sebelum dilakukan penanaman, anda perlu memberi pupuk pada setiap lahan yang akan ditanami porang. Lalu pemupukan kembali dilakukan ketika permulaan masuk musim hujan, artinya pemupukan hanya dilakukan satu tahun sekali. Jenis pupuk yang digunakan bisa berupa urea maupun SP. Pupuk diberikan pada sekitar batang porang. Lalu langkah perawatan selanjutnya adalah dengan menyaingi gulma atau tanaman liar di sekitar porang. Lakukan hal tersebut dalam kurun waktu 1 bulan sekali.

Yang juga harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya porang adalah banyak hama seperti ulat dan serangga berupa belalang yang mengganggu pertumbuhan porang. Selain itu jamur juga rentan menyerang porang sehingga menyebabkan busuk batang dan layu daun. Sehingga langkah yang harus rutin dilakukan berupa penyemprotan pestisida untuk membunuh hama maupun penyakit

6. Pemanenan

Biasanya tanaman ini dapat dipanen jika telah melalui kurang lebih 2 tahun setelah penanaman. Tanaman porang ini akan dipanen umbinya, setiap umbi biasanya memiliki bobot sekitar 1 kilogram. Bagaimana jika ada umbi yang berukuran kecil atau kurang dari 1 kilogram ? cukup anda tinggalkan saja di dalam tanah dan umbi ini dapat dipanen pada tahun berikutnya. Beberapa ciri yang menandakan bahwa tanaman porang siap dipanen adalah ketika daun sudah kering serta jatuh.

Bagikan: