HomeTips Sehat21 Contoh Makanan Fungsional untuk Memenuhi Nutrisimu

21 Contoh Makanan Fungsional untuk Memenuhi Nutrisimu

Contoh makanan fungsional merupakan makanan atau minuman yang memiliki kandungan kaya akan nutrisi atau zat tertentu seperti mineral, vitamin, serat, dan probiotik di luar kandungan nutrisi yang memang sudah ada pada makanan tersebut. Contoh makanan fungsional ditujukan pada makanan agar memiliki nilai lebih pada gizi dasarnya. Contoh makanan fungsional perlu digaris bawahi bahwa makanan ini bukan merupakan makanan pengganti. 

Cek juga info tentang : 13 sumber makanan yang mengandung vitamin E untuk memenuhi nutrisi tubuh

Makanan fungsional makin hari makin dikenal oleh banyak masyarakat. Makanan fungsional disebut dengan nutraceuticals, merupakan makanan yang mampu memberi manfaat yang lebih dari pada gizi dasar yang dimilikinya. Makanan fungsional tidak memberikan efek samping ketika dikonsumsi  dan juga tidak memberikan kontraindikasi  pada takaran yang dianjurkan terhadap metabolisme tubuh. Makanan fungsional banyak dikenal karena mampu mengurangi risiko terserang oleh penyakit tertentu, dan mengoptimalkan kesehatan tubuh. Makanan ini memiliki konsep yang berasal dari Jepang sekitar tahun 1980-an, yaitu bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Jepang secara keseluruhan. 

Jenis makanan fungsional

Contoh makanan fungsional ini terbagi atas dua jenis, makanan fungsional konvensional dan makanan fungsional modifikasi. Makanan fungsional konvensional merupakan makanan utuh yang sudah memiliki kandungan berbagai nutrisi seperti, serat, vitamin, mineral,  dan antioksidan. Sedangkan makanan fungsional modifikasi merupakan makanan yang telah diolah yang kemudian diperkaya nutrisi tambahan seperti serat, vitamin, mineral, ataupun probiotik, untuk menambah manfaat dari makanan tersebut untuk kesehatan.

Berdasarakan sumber makanannya, makanan fungsional terdiri dari, makanan fungsional nabati dan makanan fungsional hewani. Makanan fungsional nabati merupakan makanan fungsional yang bersumber dari bahan tumbuhan. Sedangkan makanan fungsional hewani yaitu makanan fungsional yang bersumber dari bahan hewan.

Berdasarkan cara pengolahannya makanan fungsional terdiri dari makanan fungsional alami, makanan fungsional tradisional, dan makanan fungsional modern. Makanan funngsional alami merupakan makanan fungsional yang memang sudah tersedia di alam tanpa adanya pengolahan. Makanan fungsional tradisional merupakan makanan  fungsional yang pengolahannya secara tradisional yang turun secara turun temurun dari generasi ke generasi. Kemudian, ada makanan fungsional modern yang mana makanan yang dibuat menggunakan resep-resep baru. Makanan fungsional modern memang sengaja dibuat untuk memenuhi tujuan tertentu dan melalui proses panjang.

Makanan fungsional memiliki fungsi fisiologis seperti untuk untuk memperlambat proses penuaan, meregulasi kondisi fisik tubuh, mencegah timbulnya penyakit, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan menyehatkan kembali,.

Syarat makanan fungsional

Menurut para ilmuan ada syarat yang harus dipenuhi agar makanan tersebut tergolong makanan fungsional, yaitu sebagai berikut :

  • Produk makanan merupakan makanan dalam bentuk produk yang berasal dari bahan yang terdapat secara alami (bukan dalam bentuk kapsul ataupun tablet, dan powder).
  • Produk makanan dapat dikonsumsi sebagai bagian makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
  • Produk makanan tersebut memiliki fungsi tertentu pada saat dicerna dan memberikan peranan tertentu ketika dalam proses metabolisme tubuh, seperti mampu memberikan penguatan mekanisme pertahanan pada tubuh atau mampu meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap penyakit sehingga mencegah timbulnya penyakit tertentu. Mampu membantu memulihkan kondisi tubuh seseorang ketika setelah mengalami suatu penyakit, menjaga kondisi mental, dan fisik, hingga mampu memperlambat proses penuaan.

Contoh makanan fungsional

Berikut dijabarkan contoh makanan fungsional, yaitu sebagai berikut :

  1. Contoh makanan fungsional yang pertama yaitu datang dari golongan makanan fungsional alami, yaitu sayur-sayuran dan buah segar yang bisa langsung dimakan.
  2. Contoh makanan fungsional yang kedua yaitu datang dari golongan makanan tradisonal yaitu seperti tempe, yogurt, dadih, teh, susu, beras merah.
  3. Contoh makanan fungsional selanjutnya yaitu, pangan tanpa lemak, yang rendah kolesterol dan juga rendah trigliserida.
  4. Contoh makanan fungsional berikutnya yaitu breakfast cereals dan biskuit yang kaya akan serat pangan.
  5. Contoh makanan fungsional lainnya yaitu pasta yang diperkaya dietary fiber.
  6. Sosis yang diperkaay oleh oligosakarida, serat atau kalsium kulit telur.
  7. Minuman yang  memiliki kandungan suplemen dietary fiber, vitamin dan mineral.
  8. Sport drink yang kaya akan protein.
  9. Minuman isotonic yang memiliki kandungan dengan keseimbangan mineral.
  10. Minuman untuk masalah pemcernaan.
  11. Minuman untuk memberikan pemulihan energi pada tubuh.
  12.  Jenis ikan laut seperti ikan salmon, ikan sarden, ikan tenggiri.
  13. Kacang-kacangan jenis almond, mete, dan pistachio.
  14. Buncis, kacang hitam, dan lentil.
  15. Sumber karbohidrat seperti gandum, bera, dan beras merah.
  16.  Jenis makanan fermentasi seperti tempe, kombucha, dan kimchi.
  17. Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan cabe.
  18. Teh yang telah diperkaya dengan kalsium.
  19. Permen yang memiliki kandungan zat besi, vitamin, dan fruktooligosakarida. 
  20. Mie instan yang memiliki kandungan kaya akan berbagai vitamin dan mineral.
  21. Cola yang memiliki rendah kalori dan cola tanpa kafein.

Dari contoh di atas terlihat begitu banyak makanan fungsional yang bisa untuk dikonsumsi dan masih banyak lagi jenis makanan lainnya. Contoh makanan fungsional di atas pastinya memiliki berbagai kandungan nutrisi penting seperti halnya vitamin, serat, mineral, antioksidan, lemak sehat, dalam jumlah yang cukup. Agar makanan lebih fungsional dapat mensubtitusi bahan penyebab permasalahan kesehatan, mencampur bahannya dengan bahan yang lebih sehat. Agar lebih fungsional juga dapat mengurangi komponen yang mampu membahayakan seperti pada pengggunaan garam, penggunaan micin, atau bahan tambahan makanan yang lainnya. Kemudian agar makanan lebih fungsional juga dapat memperkaya dengan komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, gunakan dalam takaran minimal penggunaan produk tersebut.

Must Read

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here