HomeSeputar PertanianMENGENAL ARTEMIA DAN CARA MENETASKAN ARTEMIA

MENGENAL ARTEMIA DAN CARA MENETASKAN ARTEMIA

Pakan hidup alami yang biasanya sering digunakan dalam usaha pembenihan ikan dan udang disebut sebagai artemia, hal tersebut demikian karena memilki kandungan nutrisi yang sangat baik. Cara menetaskan artemia mempunyai caranya tersendiri untuk mendapatkan hasil yang baik juga, jika proses penetasannya baik maka jumlah yang dihasilkannya pun akan lebih banyak. Artemia termasuk dalam salah satu jenis zooplankton dan hidup di perairan asin. Artemia bisa kita di pasaran dan biasanya dijual di pasaran dalam bentuk telur kristal. Cara menetaskan artemia menjadi salah satu faktor penting agar mendapatkan jumlah telur artemia yang sempurna.

Cek juga : Jenis ikan air payau yang layak anda budidayakan

Berikut cara menetaskan artemia

Cara Menyimpan Naupli Artemia

Tahapan yang pertama cara menetaskan artemia yaitu perlu mempehatikan cara penyimpanan naupli artemia, pastikan kita menggunakan telur artemia yang sehat dan simpan di dalam wadah yang tertutup rapat, tidak lembab, dan juga simpan di tempat yang bersuhu dingin yaitu sekitar dibawah 10 derajat celcius. Jika dalam jangka pendek pendinginan idealnya disimpan dalam waktu 3 sampai 4 minggu, tetapi jika dalam jangka panjang bisa di simpan dibawah tekanan titik beku 0 derajat celcius. 

Setelah membeli telur-telur artemia tersebut dianjurkan untuk membaginya kedalam jumlah yang akan dikonsumsi untuk jangka panjang dan juga jangka pendek. Tetapi jika telur-telur tersebut akan digunakan dalam jangka waktu 3 hingga 4 minggu kedepan maka simpandalam wadah tertutup rapat di dalam lemari es. Kemudian sisanya bisa disimpan dalam freezer. Proses pembekuan tersebut dapat menurunkan aktivitas metabolism dan juga menunda penetasan telur. Saat akan menetaskan artemia tersebut keluarkan telur dari freezer satu hari sebelum menggunakannya.

Panduan dalam Proses Penetasan Artemia

Tahapan yang selanjutnya cara menetaskan artemia yaitu mengikuti panduannya, dianjurkan untuk mengikuti panduan untuk mendapatkan hasil terbaik. Berikut panduan yang dapat dilakukan:

  • Gunakan garam dengan takaran kurang lebih 1 hingga 2/3 sendok makan per liter air, pastikan jenis garam yang digunakan adalah garam laut. 
  • Kemudian pH yang tepat dalam proses penetasan artemia sendiri yaitu pH 8,0 atau lebih tinggi dari itu. Namun, jika pH airnya dibawah 7, Epson garam atau magnesium sulfat bisa kita tambahkan per liter larutan yaitu dengan takaran sekitar ½ sendok teh
  •  Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah suhu, suhu air optimum untuk penetasan artemia tersebut dalam waktu 24 jam yaitu kisaran 26 hingga 28 derajat celcius. Menurunkan suhu akan mengakibatkan waktu penetasan terlur-telur tersebut menjadi lebih lama, dan usahakan jangan sampai suhu melebihi 30 derajat celcius.
  • Cahaya yang dibutuhkan berguna untuk memicu mekanisme penetasan di dalam embrio selama beberapa jam pertama inkubasi. Mempertahankan sumber cahaya selama proses inkubasi penting dilakukan karena dapat menghasilkan penetasan yang lebih maksimal dan juga untuk mengontrol suhu.
  • Yang selanjutnya yaitu aerasi konstan, aerasi konstan yang dibutuhkan untuk menjaga artemia  tersebut tetap hidup dan juga memberikan oksigen untuk artemia tersebut menetas
  • Kemudian kadar penebaran kurang lebih 1 gram atau sekitar ½ sendok the artemia per liter sangat dianjurkan. Karena penebaran yang terlalu banyak dapat menhyebabkan presentase menetes yang lebih rendah
  • Selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu wadah penetasan, usahakan tidak menggunakan wadah dengan bagian bawah yang datar, tetapi gunakan wadah yang kerucut atau mebentuk “V” sangat dianjurkan karena untuk menjaga tekanan yang tepat guna menghasilkan penetasan yang baik. Dan pastikan kita sudah mencuci wadah yang akan digunakan tersebut dan jangan mencucinya menggunakan sabun karena akan meninggalkan zat sisa yang akan menimbulkan busa selama proses penetasan berlangsung dan akan mengakibatkan telur naik ke permukaan.
  • Kemudian masa inkubasi, waktu inkubasi optimum adalah 24 jam. Telur artemia yang disimpan dalam waktu 2 hingga 3 bulan biasanya memerlukan waktu inkubasi tambahan sekitar 30 jam hingga 36 jam lamanya. Akan tetapi pada umumnya telur-telur tersebut akan menetes dalam waktu kurang lebih 18 jam.

Prosedur dalam Menetaskan Artemia

Cara menetaskan artemia yang terakhir yaitu prosedur penetasannya. Tahapan ini tidak kalah penting dilakukan guna menghasilkan artemia yang baik. Inilah cara menetaskan artemia agar menetas dengan optimal

  • Simpan wadah kerucut yang telah disediakan sebelumnya di tempat yang kokoh dan dengan cahaya remang. Dainjurkan untuk menggunakan wadah semi transparan guna untuk memudahkan proses panen
  • Setelah disimpan di tempat yang kokoh, wadah kerucut tersebut diisi dengan air dan tempatkan pada suhu penetasan optimum yaitu 28 derajat celcius
  • Setelah itu masukkan artemia tersebut dengan takaran yaitu 1 gram per liternya
  • Pakai aerasi yang memadai guna membantu menjaga tekanan dalam wadah tersebut
  • Artemia biasanya akan mentas dalam kisaran 18 hingga 36 jam, dan tergantung pada suhu airnya.

Kemudian setelah mengikuti langkah-langkah berikut, cara menetaskan artemia selanjutnya yaitu matikan aerasi kemudian tunggu beberapa menit supaya cangkang telur dan anakan artemia dapat terpisahkan. Nantinya cangkang telur akan mengapung ke permukaan, artemia tersebut akan mengendap ke bawah kerucut dan bergerak ke arah sumber cahaya. Setelah dipisahkan artemia tersebut dapat disedot dari bawah menggunakan selang udara untuk dikeluarkan. Suhu inkubasi yang hangat dan juga metabolism dari tempat pentasan menciptakan kondisi ideal berkembangnya bakteri. Proses selanjutnya, cuci anakan artemia tersebut dengan jaring halus atau saringan dan pastikan menggunakan air bersih. Usahakan wadah dan peralatan bersihkan secara rutin.

Berikut cara menetaskan artemia, dengan mengikuti cara penetasannya dengan benar menghasilkan anakan artemia yang baik pula.

Must Read

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here