Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Berulang ulang

by | Jan 13, 2021 | Uncategorized | 0 comments

Bagikan:

Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Berulang ulang

Dalam kehidupan sehari – hari , kita banyak menemui berbagai jenis makanan. Mulai dari organic sampai berminyak. Berminyak dalam artian bahwa makanan sebelum di konsumsi oleh kita harus di goreng terlebih dahulu menggunakan minyak goreng, seperti bala – bala , tempe, tahu, ayam goreng , gorengan dan sebagainya. Tidak bisa dipungkiri jika minyak goreng juga berperan banyak di dalam kehidupan kita, minyak goreng pasti di butuhkan setiap rumah tangga , terutama ibu-ibu yang akan memasakkan makanan untuk keluarganya, pun pedagang gorengan di pinggir jalan ataupun penjual makanan di kantin – kantin. Pada dasarnya minyak goreng di perlukan untuk gizi seimbang. Minyak goreng mengandung lemak yang berguna untuk meningkatkan jumlah energi ,membantu penyerapan vitamin A, D , E ,K serta membuat cita rasa makasakan lebih enak. Tidak jarang juga, minyak goreng yang digunakan sebelumnya di pakai lagi. Alasannya pun beragam , mulai dari kualitasnya yang bagus sehingga bisa digunakan untuk menggoreng beberapa kali, lebih hemat, dan sayang kalo di buang.

Tahukah Anda jika penggunaan minyak goreng berkali – kali bisa menyebabkan efek negatif terhadap tubuh? terlepas itu berasal dari merk terkenal ataupun  berbahan dasar nabati yang konon katanya lebih sehat.  Memang minyak goreng berbahan dasar nabati juga bermanfaat untuk tubuh, namun saat digunakan secara berulang-ulang akan menurunkan mutu dari makanan. selain itu, minyak yang digunakan berkali -kali atau yang biasa kita sebut dengan minyak jelantah akan memicu kolesterol dan meningkatkan kadar asam lemak bebas, bahkan bisa memicu penyakit degeratif seperti kanker, penumpukan lemak di hati dan jantung koroner.

Kenapa minyak jelantah bisa memiliki dampak negatif yang cukup besar bagi tubuh? secara ilmiah dapat di jelaskan. Saat minyak goreng digunakan kembali, minyak  akan mengalami oksidasi, degradasi  , dan dehidrasi yang di sebabkan oleh suhu tinggi. Saat itu muncullah radikal bebas bersifat karsinogenik, yaitu sebuah zat yag merusak sel dan penyebab kanker.pun dengan meletakkan minyak panas secara langsung ke dalam wadah, ini akan menyebabkan bakteri yang masih berada di dalam minyak  tetap tinggal.

Di dalam tubuh terdapat kolesterol baik dan jahat. Penggunaan minyak goreng secara berkali – kali bisa menyebabkan kandungan kolesterol jahat di dalam tubuh meningkat dan kolesterol baik akan menurun. Lemak dari penggunaan minyak secara berkali – kali akan menumpuk dan membentuk plak pada dinding bagian dalam arteri lalu akan mempersempit arteri, hal ini bisa memicu terjadinya stroke atau serangan jantung pada masyarakat yang mengkonsumsi makanan berasal dari minyak jelantah.

Namun ada perbedaan antara minyak goreng yang digunakan oleh ibu – ibu rumah tangga dengan para pedagang gorengan. Minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan lebih berbahaya karena pedagang gorengan biasanya menggunakan minyak curah , yaitu penggunaan minyak goreng secara berulang ulang dengan pemanasan tinggi berserta kontak oksigen mengakibatkan peningkatan asam lemak bebas yang akan berdampak pada meningkatnya inflammation systemic dan akan mengakibatkan pada gagal jantung dan kematian mendadak.

Di Indonesia sendiri, kecenderungan penggunaan minyak goreng secara berkali – kali masih tinggi. Hasil penelitian di Kota Makassar menunjukkan bahwa masyarakat miskin dan tidak miskin menggunakan minyak goreng untuk menggoreng dua kali sebanyak 61,2 % , tiga kali sebanyak 19,6 % , dan empat kali sebanyak 5,4 %.

Mengingat berbahayanya penggunaan minyak goreng secara berkali – kali atau minyak jelantah , maka di sarankan agar menggunakan minyak goreng minimal untuk 2 kali menggoreng. Jika Anda ingin menggunakan minyak jelantah , sebaiknya Anda memperhatikan minyak jelantah saat memanaskan di penggorenga. Jika asap membumbung keluar dari minyak, hentikan pemakaian, sebab minyak jelantah sudah tercemari oleh HNE ( 4- Hydroxynonenal ). HNE mengandung racun yang dikaitkan dengan penyakit Perkinson dan Alzheimer. Selain itu , amati warna pada minyak goreng. Jika warna pada minyak jelantah lebih hitam dan lengket maka di sarankan untuk mengganti minyak goreng dengan yang baru.

Bagikan: