Cara Budidaya Jamur Kuping

by | Jan 13, 2021 | Uncategorized | 0 comments

Bagikan:

            Jamur kuping ini adalah sejenis jamur yang dapat hidup dari sisa tumbuhan yang telah mati. Jamur kuping juga dapat hidup di batang pohon yang telah mati. Selain hidup pada tumbuhan yang telah mati, jamur ini juga hidup di tempat yang memiliki kondisi lembap. Dinamakan jamur kuping karena memang bagian daunnya menyerupai telinga atau kuping manusia. Selanjutnya jamur kuping juga memiliki beberapa jenis dan dibedakan berdasar warna yang dimiliki. Jenis pertama adalah jamur kuping berwarna hitam yang memiliki nama latin Aurcularia Polytrica. Jenis jamur kuping kedua adalah Tremella Fuciformis yaitu jamur kuping yang memiliki warna putih. Jenis yang terakhir adalah jamur kuping yang memiliki warna merah yaitu nama latinnya Auricularia Auricula-judae. Walaupun hidup dan tumbuh di atas tumbuhan atau batang pohon yang telah mati, tapi jangan salah bahwa jamur kuping ini juga memiliki rasa yang lezat dan tekstur dagingnya yang kenya. Maka tidak heran jika jamur kuping menjadi campuran olahan makanan sayur sop atau jenis masakan lainnya. Untuk kepentingan bisnis biasanya jenis jamur kuping yang dipelihara atau dibudidayakan adalah jenis jamur kuping yang memiliki warna coklat di bagian atas dan di bagian bawah warnanya hitam. Selain rasa yang ditawarkan sedap, jamur kuping memiliki berbagai vitamin dan beberapa zat yang penting bagi tubuh diantaranya protein, karbohidrat, serat, air, riboflavin, niasin, biotin, dan masih banyak zat penting lain yang disuguhkan oleh jamur kuping ini. Untuk jenis budidaya jamur kuping terbilang cukup mudah. Hanya dengan menyiapkan media tanam dari limbah seperti serbuk gergaji dan serbuk kayu serta jarak waktu pembibitan sampai pemanenan yang relatif singkat. Selain itu area yang digunakan untuk budidaya jamur kuping terbilang tidak luas sehingga tidak memakan tempat yang banyak. Mari kita simak ulasan mengenai cara budiaya jamur kuping yang lebih lengkap

  1. Bibit jamur

Bibit jamur yang perlu dipersiapkan harus yang memiliki kualitas unggul dan dari indukan yang memang memiliki riwayat bagus dalam pertumbuhannya. Untuk lebih mudahnya dapat membeli di toko-toko yang berkualitas sehingga dalam pertumbuhannya nanti juga tidak mengecewakan.

  1. Media tanam jamur kuping

Hal ini merupakan penentu berhasil atau tidaknya pembudidayaan jamur kuping karena dari sinilah segala sesuatu yang digunakan untuk tumbuh didapatkan. Media tanam yang harus dipersiapkan yaitu antara lain serbuk kayu. Serbuk kayu tersebut harus yang sudah diayak dengan proporsi jumlah 85 sampai 90 persen dari tempat pembudidayaan. Media tanam kedua yaitu bekatul dengan jumlah 10 sampai 15 persen dari total media tanam. Ketiga yang perlu diperhatikan adalah penambahan kapur CaCO3 yang berjumlah satu sampai tiga persen saja. Jangan lupa untuk menambahkan air dan mencampurkan ketiga jenis media tanam tersebut secara merata dan diapatkan kadar air berkisar 50 sampai 60 persen.

  1. Fermentasi media tanam

Langkah budidaya selanjutnya yaitu dengan fermentasi media tanam yang telah dibuat seperti cara diatas. Kegiatan fermentasi dilakukan antara tiga sampai lima hari. Selain itu saat fermentasi dibutuhkan suhu yang tinggi yaitu berkisar antara 70 sampai 80 derajat celcius yang bertujuan mematikan hewan atau organisme renik agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur kuping itu sendiri. Setelah melewati masa fermentasi selama kurang lebih lima hari, maka keluarkan media tanam dan dilakukan proses pengembalian seperti keadaan semula dengan waktu sampai tiga hari sampai media tanam berwarna kecoklatan.

  1. Pembuatan media tanam bibit jamur kuping

Media tanam pembibitan jamur kuping biasa disebut dengan baglog. Caranya adalah dengan memasukkan campuran serbuk kayu, serbuk gergaji, kapur yang telah dibuat tadi ke dalam plastik yang memiliki kapasitas sekitar satu kilogram. Dengan ketebalan plastik 0.5 mm dan ukuran 30 x 20 cm serta tinggi berkisar 20 cm. Jangan lupa untuk dipadatkan dan ditutup dengan kapas serta plastik agar mencegah air masuk ke dalam baglog.

  1. Sterilisasi dan inokulasi jamur kuping

Baglog disterilisasi dengan suhu mencapai 1200 derajat celcius dan dalam waktu delapan jam. Baglog tersebut disterilisasi dengan tujuan agar mencegah mikroba masuk dan hidup di dalam baglog. Jika suhu sudah kembali normal maka masukkan bibit jamur dengan menyemprotkan terlebih dahulu kedua tangan dengan alkohol. Selanjutnya panaskan kawat atau stick besi dengan menggunakan spiritus. Lalu masukkan ke dalam botol media tanam. Setelah itu lepaskan penutup baglog dan masukkan bibit. Selanjutnya goyangkan agar bibit merata di permukaan media tanam.

  1. Inkubasi jamur kuping

Bertujuan untuk mempercepat lahirnya miselium jamur. Caranya yaitu inkubasi pada suhu 250 sampai 300 derajat. Tahapan ini harus didahului dengan tanda-tanda munculnya miselium yaitu berjarak kurang lebih 4 minggu setelah penanaman bibit. Tanda jika inokulasi gagal yaitu pada minggu kelima tapi belum muncul miselium.

  1. Pemanenan jamur kuping

Kegiatan panen dapat dilakukan setelah enam minggu sejak pembibitan di dalam baglog. Untuk memanen cukup mencabut jamur sampai akarnya. Pastikan akar sudah tercabut sampai bagian yang paling bawah, karena jika ada bagian akar yang tertinggal akan mempengaruhi pertumbuhan jamur pada masa tanam berikutnya.

cek juga info : cara budidaya jamur merang atau 5 jenis jamur dan manfaatnya

Bagikan: