6 Jenis rambut rontok dan penyebab kerontokan rambut

by | Jan 13, 2021 | Tips Sehat | 0 comments

Bagikan:

Rambut merupakan salah satu hal yang harus dirawat dan dijaga karena keberadaannya dapat membuat seseorang menjadi lebih menarik ketika dipandang. Sama dengan bagian tubuh lainnya, apabila tidak dirawat dengan baik maka rambut akan mengalami berbagai masalah seperti kerontokan rambut maupun ketombe. Kedua masalah tersebut sangat menganggu aktivitas serta dapat membuat penampilan menjadi tidak menarik. Misalnya untuh masalah kerontokan rambut, jika dibiarkan terus menerus maka bukan tidak mungkin akan membuat jumlah rambut menjadi berkurang drastic dan yang lebih fatal akan memberikan dampak seperti kebotakan. Resiko-resiko yang diakibatkan oleh rambut yang rontok ini tidak bisa diabaikan begitu saja, hal ini karena dampak yang ditimbulkan bisa bertahan secara sementara atau bahkan secara permanen.

Cek juga : 9 tanaman penumbuh rambut alami

Kondisi yang disebut sebagai rambut rontok yaitu ketika rambut lepas dari kulit kepala yang berlebihan setiap harinya. Biasanya kerontokan rambut yang normal dikategorikan dengan rontoknya rambut 50 hingga 100 helai rambut dalam satu hari. Mengapa disebut normal ? Karena tanpa anda sadari bahwa rambut tumbuh setiap hari. Lalu rambut akan dapat bertahan serta tumbuh memanjang hingga kurun waktu 2 tahun atau bahkan 6 tahun lamanya. Apabila terdapat gangguan pada siklus pertumbuhan rambut, atau rambut rontok melebihi jumlah normalnya dalam satu hari, maka kita bisa mengkategorikan terkena masalah rambut rontok serta beresiko penipisan rambut maupun kebotakan.

Lalu seperti bagaimana gejala dan faktor yang menyebabkan rambut rontok ? ternyata berdasarkan penelitian terdapat banyak faktor pemicu terjadinya kerontokan rambut

Berikut beberapa jenis rambut rontok dan faktor penyebab kerontokan rambut:

Alopecia involusional

Jenis kerontokan alopecia involusional ini disebut-sebut sebagai fenomena rambut rontok yang umum ditemui di kehidupan manusia. Berikut merupakan gejala yang dialami oleh seseorang yang terkena kerontokan jenis alopecia involusional :

  1. Volume atau jumlah rambut semakin sedikit dan cenderung menipis
  2. Pada fenomena penipisan rambut biasanya memiliki pola yang mirip dengan huruf M
  3. Penipisan rambut pada umumnya dimulai di bagian dahi, lalu selanjutnya menyebar hingga ke bagian kepala lainnya

Seseorang yang terkena problem kerontokan jenis alopecia involusional ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena pertambahan usia, sehingga kerontokan rambut jenis ini bisa disebut terjadi secara alamiah dan wajar. Kerontokan ini dapat dialami baik oleh pria maupun wanita. Menurut istilah kesehatan, ketika seseorang mengalami kebotakan jenis alopecia involusional artinya bagian folikel rambut berada pada fase telogen.

Alopecia androgenic

Gejala yang ditimbulkan akibat kerontokan jenis ini yaitu meliputi :

  1. Garis rambut terlihat semakin tipis
  2. Pada kulit kepala bagian depan serta tengah, terjadi peluruhan rambut
  3. Gejala lain yang mungkin muncul dan dirasakan oleh kaum hawa yaitu timbul jerawat serta periode / siklus datang bulan yang menjadi tidak teratur

Penyebab alopecia androgenic yaitu karena kadar hormone yang tidak seimbang serta juga berkaitan dengan syndrome ovarium polikitik.

Alopecia traksi

Jenis kerontokan rambut ketiga ini diakibatkan oleh kebiasaan yang kurang baik dalam mengikat rambut. Biasanya karena seseorang yang mengikat rambutnya terlalu kuat maupun terlalu sering dan akan menjadi parah jika dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan dari alopecia traksi :

  1. Terdapat semacam benjolan yang memiliki warna merah maupun putih dan ditemukan di sekitar folikel rambut
  2. Ada sensasi gatal yang dirasakan pada bagian rambut yang diikat
  3. Selanjutnya akan muncul seperti sisik yang ditemukan di kulit kepala
  4. Rambut yang rontok memiliki bentuk yang simetris

Perlu diketahui bahwa ketika kita terlalu kuat dalam mengikat rambut dan terlalu lama membiarkannya dalam keadaan terikat maka akan memudahkan rambut terlepas dari folikel. Sehingga hal tersebut akan membuat potensi kerontokan permanen.

Alopecia areata

Jenis kerontokan rambut selanjutnya diakibatkan oleh gangguan berupa kelainan autoimun. Beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan dari alopecia areata yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Terjadinya kerontokan rambut yang sangat berlebihan
  2. Lambat laun akan mulai ditemukan titik kebotakan. Biasanya titik kebotakan tersebut memiliki bentuk seperti lingkaran dan terdapat di belakang kulit kepala.
  3. Gejala lain yang mungkin di temukan adalah berupa kuku yang kasar, munculnya bercak atau titik putih pada kuku, serta kuku juga menjadi lebih rapuh dibandingkan keadaan normal.

Secara umum bagi seseorang yang menderita alopecia areata tersebut akan terjadi penyerangan oleh imunnya sendiri terhadap folikel rambut. Hal ini memiliki dampak yang cukup fatal yaitu mampu menyebabkan kebotakan total.

Alopecia universalis

Jenis kerontokan yang satu ini dapat dibilang lebih langka, karena tidak hanya bagian rambut kepala saja yang mengalami kerontokan, melainkan di beberapa bagian tubuh lainnya juga berpotensi mengalami kerontokan. Berikut adalah berbagai gejala yang ditimbulkan :

  1. Sensasi berupa rasa gatal
  2. Terjadi kerontokan rambut di berbagai bagian tubuh lainnya yang juga pada awalnya ditumbuhi rambut

Menurut beberapa penelitian, kondisi ini disebabkan oleh autoimun serta gen atau keturunan. Namun efek dari infeksi virus, hormone yang berubah, gangguan stress, trauma, bahkan kemoterapi juga bisa menyebabkan seseorang terkena alopecia universalis.

Telogen effluvium

Kerontokan ini biasanya disebabkan oleh banyak hal, yaitu diantaranya bisa disebabkan oleh demam yang cukup tinggi, aktivitas melahirkan, kondisi penyakit yang cukup kronis, gangguan psikologis, pasca operasi yang cukup besar, terjadinya permasalahan pada kelenjar tiroid, diet ekstrem, serta tubuh yang kekurangan protein.

Gejala yang ditimbulkan oleh telogen effluvium yaitu rambut rontok dalam jumlah yang sangat besar dan dalam waktu yang cukup singkat.

Bagikan: